WAHYU FIGHTER

FIGHT n FIGHT

Ikhtiar Karena Allah Dan Rasulnya

Bismillah…

Alhamdulillhirobbil’alamin 

segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam yang memberikan segala nikmatnya yang tak tertandingi dengan segala macam apapun dahsyatnya. Allah memberikan kita kesehatan yang denganya kita dapat beraktifitas dengan fikriyah dan jasadiyah yang sehat. Dengan nikmat iman-Nya pula kita dapat menjalani segala aktifitas hidup kita dengan naungan rahmat-Nya atas ketenangan jiwa yang senantiasa terpatri apabila segala kebutuhan ruhiyah kita penuhi dan selalu menyadari maksud dan tujuan hidup ini sehingga dengan itu kita termasuk kedalam kategori orang-orang yang cerdas. Sebagaimana Rasulullah katakan bahwasanya orang yang cerdas sejatinya adalah orang yang ingat akan ajal yang pasti kan datang menghampirinya, dan karena itu ia mempersiapkan dirinya untuk menghadapinya tuk menggapai cita-cita khusnul khotimah.

Sholawat serta salam tercurah keatas junjungan, suri tauladan, murobbi serta imam kita Nabi Muhammad SAW. beserta para keluarga, para tabiiin, para syuhada dan seluruh umat akhir zaman ini yang tetap beriltizam memegang risalahnya untuk menegakan kalimat Allah di muka bumi ini sebagai realisasi amanah dari Allah yaitu sebagaikhalifatul fil ardh. 

Dalam menjalani hidup ini tentu tak lepas dari segala dinamika yang kita lakukan untuk menjadi yang terbaik tentunya, karena memang hanya itulah tujuan Allah SWT menciptakan kehidupan sebagaimana yang difirmankaNya dalam Qur’an surah Al Mulk ayat 1-2. Maka daripada itu, sesungguhnya hidup ini adalah ikhtiar untuk menjadi yang terbaik serta berfastabiqul khairot dengan yang lain dengan maksud bukan hanya mendapat kesenangan di dunia semata ataupun segala keuntungan fana lainya melainkan hanya satu, yaitu menggapai Ridho dari Sang Maha Pencinta dan Maha Kaya yaitu Allah Rabbil Izzati.

Kenapa ikhtiar?jika kita memahami ikhtiar dari bahasa arab, maka masdar dari kata ikhtiar adalah ikhtar yang artinya ‘memilih’.  Padahal ikhtiar yang selama ini kita pahami secara istilah adalah sesuatu usaha yang dilakukan untuk memperoleh suatu tujuan yang diinginkan. Lalu kenapa ada apa dengan kata ikhtar yang kemudian menjadi ikhtiar yang digunakan dalam mengistilahkan hal tersebut?. Jika boleh sedikit saya ambil himkah dari sedikit pemahaman saya ini, maka saya membuat sebuah pendapat yang mungkin berhubungan namun bisa saja diitolak karena faktor sastra atau yang lainya. Tapi sekali lagi, saya tidak membahas terlebih jau dalam hal itu dan saya yakin ada yang lebih paham jika hal ini di bahas lebih jauh dalam persfektif sastra.

Namun yang hendak saya kaji di sini adalah, hikmah dari penggunaan kata itu dengan maksud dan tujuan hidup manusia sebagaimana yang difirmankan Allah SWT, yang saya sampaikan sebelumnya yaitu menjadikan perbuatan dalam kehidupan ini merupakan perbuatan yang terbaik di sisi Allah(habluminallah) dan kepada manusia(habluminannass). Untuk mencapai hal itu tentu ada sebuah proses dimana proses ini sering kita sebut ikhtiar.

Tentunya, apabila kita menjalani ikhtiar tidak saja hanya sebatas makna secara istilah yang kita pahami saat ini yaitu suatu usaha yang dilakukan untuk mendapatkan suatu tujuan yang diinginkan, melainkan juga tak terlepas dari makna kata dasar/masdar ikhtiar tersebut yaitu ikhtar atau memilih. Dalam berusaha mencapai suatu tujuan tentu kita selalu dihadapkan  dengan yag namanya pilihan,  yang secara umum kita klasifikasikan pilihan itu menjadi dua sebagaimana Allah juga mengkalsifikasikan pilihan hidup kita yaitu pilihan baik atau buruk. 

Allah SWT, berfirman dalam surah As Syams ayat 8, dimana difirmankan bahwasanya Allah SWT mengilhamkan kepada kita dua pilihan yaitu fujur(keburukan) atau taqwa(kebaikan).  Seseorang yang menjalani hidupnya, tentu dia yang memilih apakah dia memilih untuk baik atau memilih untuk buruk yang tergantung bagaimana sisi keimananya dan sejauh mana dia memahami maksud dan tujuan kehidupan ini disamping hidayah Allah SWT yang diberikan-Nya kepada siapa saja yang dia kehendakai dan mencabutnya dari siapa saja sesuai yang dikehendakiNya pula .

Begitu juga seorang pedagang yang berikhtiar dengan perdaganganya, apabila ia memahami maksud dan tujuan hidup ini bahwasanya segala sesuatu adalah dalam rangka ibadah padaNya maka tentunya ia akan melakukan proses jual beli dalam perdaganganya dengan cara yang ahsan atau baik, karena dia memahami bahwasanya rezeki adalah janji Allah SWT, namun ridhoNya bukan janjiNya kecuali melakukan apa-apa yang di ridhoiNya seperti tidak curang dalam takaran/timbangan karena Allah melarangnya dan ia lakukan itu semata-mata karena jalan taqwa yang dipilihnya,  lalu ia melayani pembeli dengan sebaik-baiknya sebagaimana pepatah bahwasanya tamu adalah raja namun ia lakukan itu bukan semata-mata untuk menarik pembeli atau lain sebagainya tetapi tidak lain dan tidak bukan dia lakukan hal tersebut karena meneladani Rasulullah SAW, dimana Rasulpun seorang pedagang yang paling baik akhlaknya kepada pelanggan/pembeli daganganya.

Masih banyak contoh lainya yang dapat menjelaskan kaitan ikhtiar dengan melakukan hal-hal yang terbaik di sisi Allah. baik itu seorang yang ikhtiar dalam mencari pasanganya sampai pada kesungguhan seseorang untuk berikhtiar mencapai khusnul khotimah(akhir yang baik) dalam menjalani kehidupanya. Karena ada tiga hal yang tidak dapat kita bantah lagi, yang sudah Allah tuliskan dan Allah takdirkan untuk kita yaitu Rezki. Jodoh, dan Maut. Inilah yang harus kita usahakan dalam arti mengusahakanya untuk medapatkan yang terbaik dari ketiga kateori tadi.

Bukan dari segi jumlahnya apabila kita kaitkan dengan rezki namun soal berkah dan ridho Allah SWT dari hasil mencari rezki yang ia lakukan sebagaimana pedagang tadi. Bukan soal cantik, kaya, atau apapun bila kita kaitkan dengan jodoh, namun sejauh mana kita memperbaiki diri agar Allah SWT pun memberikan kita yang terbaik karena sebagaimana janji Allah pria yang baik-baik untuk wanita yang baik-baik pula dan sebaliknya. Bukan masalah cepat atau lambatnya kematian yang akan menghampiri kita, namun bagaimana kita mati dalam keadaan khusnul khotimah yang akan kita dapatkan dari apa yang istiqomah kita lakukan selama hidup.

Jadi, selamat berikhtiar….ikhtiar tidak sekedar usaha untuk mencapai sesuatu, namun bagaimana memilih yang baik atau yang buruk sejalan dengan maksud dan tujuan Allah SWT menciptakan kehidupan ini yang sedang kita jalani dengan membawa amanah yang luar biasa yaitu sebagai hambaNya disetiap helaan nafsa kita bahkan tak terhitung waktu dan menjadi khalifah dimuka bumi ini.

Barokallah….

wahyudi, 25 Maret 2010 | 11.00-adzan zuhur berkumandang….

April 26, 2010 - Posted by | Enterpreneurship, Iqtishodi, Tsaqofah

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

  • Deadline Your Life

    April 2010
    S S R K J S M
    « Jun   Jan »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • ngarsip

  • paling diminati

    Enterpreneurship Filsafat Zone Ikhwanul Muslimin Iqtishodi iseng Isti'lamat makalah my video tarbiyah teknologi Tsaqofah ULUL ALBAB
  • Visitor-Today

    • 8,622 visitors
  • Blogroll

  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.