WAHYU FIGHTER

FIGHT n FIGHT

Perubahan Proses Sosial dan Bisnis Akibat Teknologi Yang Melunturkan Nilai Etika Tradisional

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Teknologi yang berkembang di akhir dekade abad ke-20 mentransformasi masyarakat dan bisnis, dan menciptakan potensi problem etis baru. Yang paling mencolok adalah revolusi dalam bioteknologi dan teknologi informasi. Teknologi menyebabkan beberapa perubahan radikal, seperti globalisasi yang berkembang pesat dan hilangnya jarak, kemampuan menemukan bentuk-bentuk kehidupan baru yang keuntungan dan resikonya tidak terprediksi. Dengan perubahan cepat ini, organisasi bisnis berhadapan dengan setumpuk persoalan etis baru yang menarik.

Berbicara teknologi tak terlepas dari perkembangan media. Media berkembang searah dengan berkembangnya budaya di dalam masyarakat tetapi media juga bisa mempengaruhi budaya masyarakat dengan suguhan-suguhan yang bersifat positif dan bisa juga negatif. Karena tujuan media tersebut adalah menyampaikan informasi kepada khalayak ramai.Terkadang informasi yang diberitakan bisa membawa dampak negatif terhadap psikologis sang konsumen. Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya efek negatif yang berkelanjutan dari teknologi komunikasi iru adalah dibuatnya kebijakan. Kebijaksanaan yang dimaksud di sini adalah berasal dari pemerintahan dan pertimbangan dari publik tentang bagaimana struktur dan peraturan yang berkaitan dengan media sehingga media mampu memberikan yang terbaik kepada publik.

1.2  Rumusan Masalah

a.       Apa latar belakang perubahan proses sosial masyarakat dan bisnis?

b.      Teknologi apa saja yang mempengaruhi perubahan proses tersebut?

c.       Bagaimana model kerja perubahan proses-proses tersebut?

d.      Etika tradisional apa saja yang hilang akibat proses perubahan tersebut?

1.3  Tujuan

a.       Mengetahui latar belakang perubahan proses sosial masyarakat dan bisnis

b.      Mengetahui Teknologi yang mempengaruhi perubahan proses tersebut.

c.       Mengetahui model kerja perubahan proses-proses tersebut.

d.      Mengetahui etika tradisional yang hilang akibat proses perubahan tersebut.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Etika Baik dan Etika Buruk

Berbicara permasalahan etis dan tak etis tentu tak lari dari pembahasan mengenai etika. Etika merupakan ilmu yang mendalami standar moral perorangan dan standar moral masyarakat. Ia mempertanyakan bagaimana standar-standar diaplikasikan dalam kehidupan kita dan apakah standar itu masuk akal atau tidak masuk akal – standar, yaitu apakah didukung dengan penalaran yang bagus atau jelek.

Etika merupakan penelaahan standar moral, proses pemeriksaan standar moral orang atau masyarakat untuk menentukan apakah standar tersebut masuk akal atau tidak untuk diterapkan dalam situasi dan permasalahan konkrit. Tujuan akhir standar moral adalah mengembangkan bangunan standar moral yang kita rasa masuk akal untuk dianut. Etika merupakan studi standar moral yang tujuan eksplisitnya adalah menentukan standar yang benar atau yang didukung oleh penalaran yang baik, dan dengan demikian etika mencoba mencapai kesimpulan tentang moral yang benar benar dan salah, dan moral yang baik dan jahat.

Sesuatu hal dikatakan baik bila ia mendatangkan rahmat, dan memberikan perasaan senang, atau bahagia. Sesuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara positif. Adapun Segala yang tercela, perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku.

Sehingga dalam pembahasan kali ini yang terkait dengan etika tradisional adalah etika yang mengarah kepada hal-hal yang baik yang sesuai dengan norma-norma serta nilai-nilai yang berlaku pada masyarakat dimana dengan etika tersebut dapat mendatangkan rahmat, rasa senang dan bahagia.

 

2.2 Perubahan Proses Sosial Masyarakat

Dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, ternyata dalam kehidupan social sangat berpengaruh besar. Dari sisi positifnya, segala komunikasi dilakukan secara mudah tidak ada batas apabila orang yang telah bersenthan dengan teknologi tersebut terhubung. Bahkan tidak lagi melihat tinggi rendah status social, apabila sudah bersinggungan dengan teknologi dan kemudian berhubungan dengan fasilitas teknologi yang ada tersebut.

2.1.1 Teknologinya dan Model kerjanya

Kita mengenal yang namanya facebook akhir-akhir ini, dimana dengan jejaring social tersebut penggunaan internet semakin marak akhir-akhir ini di Indonesia. Jejaring social tersebut menyediakan layanan untuk membuat akun bagi siapa saja yang memiliki akun email dari email server apapun.

Ketika seseorang sudah memiliki akun tersebut, terdapat banyak fasilitas yang disesiakan oleh facebook, mulai dari untuk update status, kirim pesan ke teman-teman dan group yang bias di tambahkan, kemudian ada kayanan untuk chating antar teman yang sudah berkoneksi, dapat mengupload foto-foto yang terdiri dari foto dinding, album buatan user sendiri, dan foto yang dijadikan profil, selain foto dengan facebook seseorang dapat membuat artikel kemudian menandai orang lain untuk membacanya.

Selain itu, facebook juga dapat menampilkan video yang kita posting dari youtube. Dan yang lebih marak lagi terdapat banyak aplikasi yanga ada, dan terdiri dari berbagai macam klasifikasi. Mulai dari game, hiburan, dan lain-lain.

2.1.2 Nilai etika tradisional yang hilang

Nilai etika tradisional yang agak hilang adalah sopan santun dan dalam berbicara dan kerahasiaan seseorang yang patut di jaga terlebih banyak lagi kasus-kasus yang terjadi akhir-akhir ini dikarenakan jejaring social ini. Komunikasi yang sebelumnya terbatas menjadi bebas dan bahkan tidak sedikit orange yang memalsukan identitasnya sekedar untuk mendapatkan kenikmatan kebebasan berkomunikasi.

Banyak kasus yang terjadi mulai dari melarikan anak gadis orang yang dilakukan orang yang sejatinya sudah dikenal gadis tersebut. Karena bujuk rayu atau apapun itu ketika komunikasi dilakukan melalui jejaring facebook tersebut maka si gadis pun terlena. Masih banyak lagi kasus kasus lain. Namun di samping itu juga ada pergesaran etika-etika tradisional yang malah menuju ke arah perbaikan sebagaimana yang dilakukan oleh seorang walikota tepatnya di kota Surabaya yang membuat akun facebook agar lebih dekat dengan masyrakatnya.

 

 

2.3 Perubahan Proses Bisnis

Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.

2.3.1 Teknologinya dan Model kerjanya

Sebuah perusahaan membuat sebuah website sebagai took online, dimana didalamnya terdapat gambar barang yang dijual serta harganya yang tecantum. Kemudian pembeli yang berminat dapat melakukan transaksi dengan sebuah system informasi yang berakhir pada pemilihan barang yang kan dibeli dan pentransferan sejumlah uang sesuai dengan harga barang dan  biasanya ditambah dengan ongkos kirim barang.

2.3.2 Nilai etika tradisional yang hilang

Adapun perubahan etika bisnis yang disebabkan karena teknologi yang dapat kita lihat adalah pada proses jual beli yang dilakukan. Dimana biasanya jual beli dilakukan dengan adanya barang yang dilihat dan dapat dipegang langsung oleh pembeli. Namun dengan berembangnya teknologi serta makin maraknya internet marketing. Kemudian biasanya proses jual beli dilakukan dengan komunikasi bicara ataupun chatting, namun dengan adanya system e-commerce maka hal-hal tersebut ditinggalkan dan barang akan dating dengan sendirinya ketika proses transaksi sistematis dengan sebuah system informasi telah selesai dilakukan. Satu lagi etika ataupun kebiasaan yang tergeser dengan perkembangan teknologi, yaitu minim atau bahkan tidak adanya proses tawar menawar, ini juga terjadi pada supermarket-supermarket.

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Maraknya perkembangan teknonologi memang mengakibatkan dampak perubahan pada dunia sosial maupun bisnis, namun akibat-akibat yang terjadi tidak selamanya negatif, karena pada dasarnya itu semua dibuat untuk memudahkan manusia dalam menjalankan proses yang ada dan membuat prose situ menjadi sangat cepat sehingga mengurangi delay yang sering terjadi, hanya saja terkadang hal negatif yang terjadi dikarenakan para pelaku teknologi tersebut tidak memahami secara mendasar maksud dan tujuan adanya teknologi yang mempermudah tersebut.

3.2 Saran

Sebagai orang yang bergelut dalam dunia tenologi, hendanya kita memahami secara mendasar maksud dan tujuan suatu teknologi yang dibuat sehingga teknologi tersebut berjalan sesuai dengan yang diinginkan dan menciptakan maslahat yang lebih dibanding ketika tidak ada teknologi tersebut

oleh : Wahyudi | 13 April 2010

About these ads

April 26, 2010 - Posted by | iseng, makalah, teknologi, Tsaqofah

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Deadline Your Life

    April 2010
    S S R K J S M
    « Jun   Jan »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • ngarsip

  • paling diminati

    Enterpreneurship Filsafat Zone Ikhwanul Muslimin Iqtishodi iseng Isti'lamat makalah my video tarbiyah teknologi Tsaqofah ULUL ALBAB
  • Visitor-Today

    • 10,732 visitors
  • Blogroll

  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: